UNTUNG RUGI BUKU GRATIS DI SEKOLAH

assalamualaikum.

Pemerintah beberapa tahun belakang ini mulai menggratiskan buku sekolah. Dulu waktu anakku masih kecil, buku dijual di sekolah. Tapi supaya lebih hemat biasanya aku beli buku bekas atau memakai buku dari kakak kelasnya meski kadang2 ada beberapa guru yg melarang karena mungkin keuntungannya dari berjualan buku di sekolah jadi berkurang. Hehe. Waktu ke3 anakku bersekolah di suatu SMAN yg sama di bilangan jakarta pusat (alhamdulillah sekarang mereka dah jadi mahasiswa) , anehnya tiap tahun penerbitnya biasanya ganti2. Aku yakin ini modus supaya buku kakaknya gak bisa dipakai lagi & sekolah tersebut untuk mengakali larangan pemerintah berjualan buku , maka pihak sekolah menyewa rumah yg gak jauh dari sekolah untuk menyediakan buku mulai dari buku pelajaran sampai LKS.

Buat aku pribadi , murid supaya pintar memang harus punya buku. Jangan mengandalkan catatan dari sekolah supaya selain wawasannya luas juga mereka bisa banyak latihan dari soal yg ada. Seperti ada slogan di suatu penerbit yaitu b-b = 0. Artinya apa? Artinya belajar tanpa buku sama aja bohong. Sebagai orang tua kadang2 aku juga suka mengamati buku anak2ku. Jika kuanggap buku yg dipakai di sekolah kurang bagus biasanya kubelikan buku lain tapi yg bekas hehe apalagi saat mereka di kelas akhir

Nah dg banyaknya protes dari orang tua yg keberatan mulai dari harga buku yg mahal , buku pelajaran tiap thn ganti sehingga tidak bisa pakai lagi buku kakaknya, maka pemerintah mulai menggratiskan buku pelajaran. Orang tua seneng dong. Tapi disinilah masalahnya. Ternyata tidak semua pelajaran disediakan bukunya secara gratis terutama buat tingkat SMA (karena aku tahunya buat yg SMA. Jika buat SD di sekolah anak bungsuku semua buku lengkap termasuk LKSnya).  Lebih celaka lagi jika yg gak ada buku pelajaran pokok di jurusannya seperti buku kimia.

Kejadiannya bermula saat aku memberikan konsultasi murid kelas 3 yg bersekolah di SMAN tertua di Jakarta yg akan menghadapi ulangan. Mereka datang dg membawa kisi2 soal dari gurunya. Saat kutanya mana buku sekolahmu? Mereka menjawab gak ada. Buku LKS pun tak ada. Lalu kutanya terus gimana kalian belajar? Cuma dari catatan. Aku cuma bisa geleng2. Gimana bisa mereka cuma mengandalkan catatan dari gurunya. Memangnya gak pengen ya wawasannya luas. Lagipula jarang kutemui catatan pelajaran guru yg bagus & lengkap apalagi jika isinya berupa teori semua seperti jika di kimia ada pelajaran kimia unsur , kimia organik. Ini mungkin kerugian dari buku gratis di sekolah. Orang tua taunya semua buku sudah tersedia gratis padahal ada buku yg tidak disediakan sekolah & orang tua juga anaknya gak mau rugi. Padahal mereka bisa beli buku bekas atau kalo gak mau beli juga bisa download buku BSE. Kalau gak mau juga ya berarti memang gak mau pintar.

Ada lagi kasus siswa datang membawa buku latihan karena akan menghadapi remedial. Saat kutanya soal mana yg mau ditanya. Mereka menjawab semuanya 40 soal & ternyata soal2 tsb masih bersih. Satupun belum dikerjakan. Saat kutanya kenapa belum dijawab. Mereka menjawab kami gak ngerti sama sekali tentang sifat koligatif. Lah selama ini di sekolah saat guru mereka menerangkan , apa saja yg sudah dilakukan oleh siswa? Masak iya dari ke 40 soal gak ada yg bisa. Kata Bang Haji Rhoma TERLALU. Miris sekali melihat kelakuan siswa kayak gini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s